Posted by: tonyteaching | March 25, 2011

Kumpulan tanya jawab Statistics

Pertanyaan dan jawaban ini dikumpulkan dari berbagai forum statistika, saya memilihnya krn pertanyaan nya menarik dan jawabannya cerdas:)

1. Tanya:
kenapa uji kenormalan data perlu dilakukan dalam analisis data menggunakan metode Parametrik?

Jawab:
Uji kenormalan data, sebelum menggunakan statistik uji parametrik, perlu dilakukan. Hal ini disebabkan karena statistik-statistik uji parametrik diturunkan dari sebaran normal. Tentu saja, data yang akan dianalisis juga harus menyebar normal agar data yang dianalisis relevan dengan alatnya (statistik uji parametrik). Namun, apabila kita menggunakan statistik uji nonparametrik, kita TIDAK PERLU mempertimbangkan mengenai kenormalan data sama sekali.

2. Tanya:
Kalo jumlah sampel<= 30, pake uji t ya? dan sebelumnya pake uji kenormalan ga?

Jawab:
Dasar penggunaan uji-t bukan dilihat dari banyaknya sampel.
Uji-t digunakan untuk melakukan uji hipotesis terhadap rata-rata dimana peneliti atau analis tidak memiliki informasi sama sekali mengenai ragam (variance) dari populasi (ingat!!!, bukan ragam SAMPEL, tapi ragam POPULASI). Kemudian, uji-t mengasumsikan bahwa data memiliki sebaran normal.

Jadi, kalo kita  memiliki informasi mengenai nilai dari ragam populasi datanya, maka metode yang tepat adalah uji-z. kalo ragam populasi gak diketahui, maka pake uji-t. Tentu saja, sebelum melakukan analisis dengan uji-t, mas John harus melakukan uji kenormalan data (misal pakai statistik uji Kolmogorov-Smirnov, dll). Jika data tidak menyebar normal, maka metode yang tepat adalah statistika nonparametrik, dalam kasus ini misalnya uji median.

3. Nanya:
Apa bedanya uji satu pihak /one tail dengan 2 pihak /two tail?

Jawab:

Uji satu pihak (uji 1-arah/one tail) digunakan untuk melakukan uji hipotesis ketika peneliti memiliki asumsi tambahan mengenai arah/kecenderungan dari suatu karakteristik.
Namun, apabila peneliti tidak mempertimbangkan mengenai arah/kecenderungan dari karakteristik, maka uji dua pihak (uji 2-arah) sebaiknya digunakan.

Ilustrasi ini mungkin bisa menunjukkan kapan uji 1-arah dan 2-arah digunakan.
Misal, ingin diketahui rata-rata IQ mahasiswa univ. X. Untuk itu dilakukan penelitian dengan mengambil beberapa sampel mahasiswa univ.X. Nah, apabila peneliti memiliki asumsi bahwa rata-rata IQ mahasiswa univ. X lebih dari 140, maka uji hipotesis yang digunakan adalah uji 1-pihak. Namun, apabila asumsi ini tidak dimiliki, dengan kata lain, peneliti tidak tahu apakah rata-rata IQ mahasiswa univ.X lebih dari atau kurang dari 140, maka akan tepat jika menggunakan uji 2-pihak.
Ciri khas dari uji 1-pihak atau 2-pihak adalah tanda pertidaksamaan yang digunakan dalam penulisan HIPOTESIS 1.
Dari kasus di atas, maka

-uji 1-pihak memiliki hipotesis:

H0: mu = 140
H1: mu > 140

Hal ini berarti, rata-rata IQ mahasiswa univ.X lebih besar dari 140

-uji 2-pihak memiliki hipotesis:

H0: mu = 140
H1: mu != 140

Hal ini berarti, rata-rata IQ mahasiswa univ.X tidak sama dengan 140, entah itu lebih besar atau lebih kecil dari 140.

Yang perlu diperhatikan adalah, asumsi mengenai arah/kecenderungan suatu karakteristik tidak dipengaruhi oleh data sampel. Maksudnya, informasi atau asumsi mengenai arah/kecenderungan karakteristik sudah dimiliki oleh peneliti SEBELUM data diambil.

keterangan: mu = dibaca myu, merupakan huruf Yunani sebagai lambang matematis bagi rata-rata
!= = tanda pertidaksamaan yang berarti tidak sama dengan.

(Tentu saja, Anda harus menulis dengan lambang yang baku di paper Anda. Oleh karena di sini tidak disediakan lambang matematis, maka inilah cara yang saya gunakan.)

Sejauh pengalaman saya, uji 2-arah (uji 2-pihak) lebih sering digunakan dalam penelitian.


Responses

  1. maaf mau minta informasi tentang uji t-,, syarat2nya sebenernya apa aja siih,,, terus dengan jumlah sample 8 orang apakah tepat menggunakan uji t

    • novi pertanyaanmu hampir sama kayak aku, kalo adminnya jawab, share ya

  2. Permisi , saya mau tanya . saya memakai uji regresi linier berganda, tetapi saya tidak memakai uji t dikarenakan sample saya hanya 20 orang alias sensus . yang mau saya tanyakan , apakah nanti di pembahasan bab 4 , bolehkah saya menulis bahwa variabel X1 , X2 , X3 berpengaruh positif signifikan terhadap variabel Y . dalam hal ini positif dan signifikannya saya ambil dari hasil uji t . mohon bantuannya

  3. selamat siang,
    saya mau tanya,,saya bingung alat ji apa yg harus saya gunakan dlm tugas akhir saya ini,,
    dlm pnlitian saya,sya ingin menguji model prediksi kebangkrutan mana yg paling akurat,,dalam hal ini saya menggunakN 3 MODEL KEBANGKRUTAN,,
    mohon bntuannya,,alat uji apa yg hrus saya gunakan?tolong djelaskan..
    terima kasih..

  4. tulung ya, pusing banget nih….bagaimana mengolah sidik ragam (ANOVA) suatu data jika saya ingin menganalisa sidik ragam tentang pertambahan asupan makanan pada suatu hewan dengan obat tertentu tapi saya malah memperoleh hasil atau data yang menunjukkan penurunan asupan makanan (negatif)….dan satu lagi,, apakah data bisa diterima jika kita memperoleh F hitung yang minus/negatif (contoh; -1,2345)… terimah kasih sebelumnnya…wassalam..

  5. Assalamu’alaikum,..
    maaf mengganggu pak,..
    SAYA Andi mau nanya,..

    1. Bagaimana cara melakukan uji validitas dan reliabilitas dengan menggunakan skala GUTTMAN yang sampelnya hanya 13 orang responden.??

    2. apakah uji univariat dan bivariat bisa dilakukan dengan SPSS apabila penyebaran kuesionernya hanya satu kali saja,.??

    TERIMA KASIH SEBELUMNYA PAK,.
    MOHON PENCERAHANNYA,..

  6. maaf pak , saya mau bertanya apakah bisa dalam melakukan pengukuran data tidak perlu melakukan uji keseragaman data ?

  7. pak, saya mau tanya, mengapa dalam uji normalitas menggunakan jarque berra nilai df chi-squares nya = 2 ? kenapa tidak 1 atau angka lain ? mohon info nya ya..

  8. assalamu’laikum, maaf sebelumnya saya mau tanya kalau regresi bivariat itu seperti apa ya? kemudian kalau regresi bivariat jika pakai 2 variabel respon dan 2 variabel prediktor itu rumus umumnya seperti apa ya? terimakasih

  9. maaf pak, saya ingin bertanya, bagaimana uji signifkansinya jika nilai korelasi r=1 ??

  10. maaf saya mau bertanya. arti nilai yang tercantum di table standardized direct effect yang ada pada output SEM di AMOS sebenernya apa ya? misal, Factor A mempengaruhi secara langsung factor B dengan nilai 1.05. apa arti sesungguhnya dari angka 1.05 tersebut?
    Terima kasih banyaakk, Mohon bantuannya.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: