Posted by: tonyteaching | September 6, 2010

Statistics untuk Penelitian

Seperti sudah saya obrolkan sebelumnya…umumnya Statistics untuk kehidupan sehari-hari sebatas Descriptive Statistics, yakni memanfaatkan statistics untuk mendeskripsikan sesuatu, entah dengan % dengan mean, median, modus, bar chart, trend, dll.

Namun jika kita melakukan penelitian atau research, umumnya apapun yang akan dikita sampaikan membutuhkan justifikasi ilmiah. Contoh, hanya untuk mengatakan variable A Berbeda dengan Variable B dalam penelitian dibutuhkan pembuktian statistics.

Umumnya penelitian, membutuhkan statistics untuk MENGUJI HIPOTESA! (mengambil kesimpulan … Inferential Statistics)

Hipotesa atau hipotesis (hypothesis) = dugaan yang kita ambil berdasarkan pengetahuan (teori maupun logika) kita, a basis for argument but has not been proved.

Namun sesuai dengan Kaidah Critical Thinking yang mengajarkan kita untuk “Never believe on any thing until we can prove it!!!” maka hipotesis apapun seharusnya sesuai kaidah ilmiah awalnya harus Tidak Kita Percaya !
Jadi yang kita percaya adalah kebalikannya..inilah yang dikenal dengan istilah “Null Hypothesis” (H0)
Jadi Null Hypothesis: kebenaran awal yang kita yakini, yg pada intinya kebalikan dari apa yang kita anggap benar

Contoh: berdasarkan apa yang kita baca, kita meyakini bahwa “ada hubungan antara Niat dengan Tindakan”
Maka dalam penelitian, yang seharusnya kita yakini adalah kebalikannya (Null Hypothesis) karena kita belum membuktikan pernyataan di atas:
Ho: TIDAK ADA HUBUNGAN antara Niat dengan Tindakan

Contoh lain: “Dosen Komunikasi lebih banyak disukai mahasiswi daripada Dosen Komputer” (misal karena kita berpikir dosen komunikasi lebih pinter ngobrol, plus mahasiswinya lebih banyak daripada mahasiswanya).
Maka keyakinan awal kita mestinya:
Ho: TIDAK ADA PERBEDAAN antara jumlah rata-rata mahasiswi yang menyukai dosen komunikasi dan dosen komputer.

disini Alternative Hypothesisnya (H1) adalah kebalikan dari Null Hypothesis
H1: ADA PERBEDAAN antara jumlah rata-rata mahasiswi yang menyukai dosen komunikasi dan dosen komputer.

Pada Umumnya, semua hypothesa pasti dapat kita kategorikan satu dari dua:
1. memastikan PERBEDAAN (difference)
Contoh: Laki-laki rata-rata lebih pintar parkir daripada perempuan

2. menguji adanya HUBUNGAN (relationship)
Contoh: Kemampuan Menyetir ada hubungannya dengan lama pengalaman menyetir orang tersebut


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: