Posted by: tonyteaching | August 21, 2010

Penelitian Kuantitatif atau Penelitian Kualitatif?

Sebatas yang saya fahami,

1. cara termudah menggolongkan sebuah penelitian masuk dalam kategori Penelitian Kuantitatif atau Kualitatif adalah dengan melihat DATA nya:

Jika data yang dikumpulkan dan diolah adalah data yang diukur dengan ANGKA dan biasanya diolah dengan STATISTICS maka saya menggolongkannya kedalam Penelitian Kuantitatif.

Namun jika data yang dikumpulkan dan diolah TIDAK diukur dalam Angka tapi dinyatakan dalam KATA bisa juga berupa Photo, artefak, suara dll, maka saya menggolongkannya ke dalam Penelitian Kualitatif.

2. Teknik Pengumpulan Data:

Biasanya penelitian kuantitatif menggunakan teknik observasi terstruktur, survei dengan menggunakan kuesioner, eksperimen dan eksperimen semu. Dalam mencari data, biasanya peneliti menggunakan kuesioner tertulis atau dibacakan. Teknik mengacu pada tujuan penelitian dan jenis data yang diperlukan apakah itu data primer atau sekunder.

Penelitian kualitatif umumnya menggunakan teknik observasi terlibat langsung atau riset partisipatori dimana peneliti terlibat langsung atau berbaur dengan yang diteliti. Dalam praktiknya, peneliti akan melakukan review terhadap berbagai dokumen, foto-foto dan artefak yang ada. Interview yang digunakan ialah interview terbuka, terstruktur atau tidak terstruktur dan tertutup terstruktur atau tidak terstruktur.

3. Metode Analisis Datanya:

biasanya Penelitian Kuantitatif umumnya memakai pendekatan Deduktif yakni dari Teori Umum diimplementasikan/diuji untuk Kasus Khusus (Uji Empiris). Biasanya menggunakan sarana statistik, seperti korelasi, uji t, analisis varian dan covarian, analisis faktor, regresi linear dll.nya.

Sedangkan Penelitian Kualitatif biasanya memakai pendekatan Induktif, yakni dari kasus per-kasus kemudian digeneralisasi dijadikan Konsep Umum baru (generic theory). Contoh dari model analisis kualitatif ialah analisis domain, analisis taksonomi, analisis komponensial, analisis tema kultural, dan analisis komparasi konstan (grounded theory research).

4. Sample-nya:

Penelitian Kuantitatif umumnya membutuhkan jumlah sampel yang BESAR…semakin Besar semakin mewakili Populasi semakin Akurat kesimpulan yang diambil (Sampel Representasi). Penarikan sampel biasanya memakai teknik Probabilitas dan random.

Penelitian Kualitatif, biasanya jumlah sampelnya Kecil…Kualitas sampel lebih penting daripada Jumlah Sampel karena Sampel dalam Penelitian Kualitatif BUKAN Representasi Populasi tetapi hanya sebagai Sampel Teoritis. Sehingga teknik penarikan sampel biasanya Non-Probabilitas.

5. Hubungan dengan Obyek Penelitian:

Peneliti Penelitian Kuantitatif umumnya menjaga jarak dengan obyek penelitian agar memperoleh data yang obyektif.

Sedangkan Penelitian Kualitatif yang umumnya ingin menggali secara mendalam informasi dari obyek penelitian mengharuskan peneliti membangun hubungan kepercayaan dengan obyek penelitian hingga obyek penelitian lebih merasa sebagai teman/partner daripada sekedar obyek penelitian. Butuh waktu lama

—————————–

Kombinasi Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif

Saya melakukannya untuk penelitian PhD saya:

Pertama-tama saya melakukan Pendekatan/Penelitian Kualitatif dengan melakukan interview atau survey terbuka motivasi apa saja yang mendorong seseorang mau menggunakan SMS eGovernment. Data-data yang saya kumpulkan sifatnya kualitatif (deskripsi) bukan angka.

Selanjutnya faktor-faktor yang saya temukan dengan menggunakan teori-teori umum yang saya ketahui saya gunakan untuk membangun model khusus User Acceptance SMS eGovernment. Nah model saya ini selanjutnya perlu saya validasi.

Dalam validasi model saya ini kembali saya melakukan survey untuk mengukur tiap-tiap faktor dalam model tersebut dengan skala likert lalu saya menguji hubungan tiap faktor dalam model. Nah dalam hal ini saya melakukan Pendekatan/Penelitian Kuantitatif.

1. Jadi disini saya menggunakan Metode Kuantitatif untuk memverifikasi Metode Kualitatif yang sebelumnya saya lakukan.

———— Options penggabungan yang lain adalah:
2. Menggunakan Metode Kualitatif untuk menemukan Research Question yang akan diukur dengan Metode Kuantitatif.
Contoh:  Saya melakukan Focus Group Discussion atau misal interview untuk menemukan permasalahan dalam layanan SMS eGovernment (Kualitatif), misal ketemu: biaya layanan. Lalu untuk menentukan berapa rentang biaya layanan SMS eGovernment yang masih diterima pengguna saya melakukan survey/questionnaire (Kuantitatif).

3. Menggunakan Metode Kuantitatif untuk menemukan Research Question yang akan diukur dengan Metode Kualitatif.
Contoh: saya melakukan survey berapa % pengguna yang puas dengan layanan SMS eGovernment selama ini dan berapa % yang kecewa (Kuantitatif). Misal ketemu 80% kecewa, maka selanjutnya saya melakukan interview ke sampel pengguna untuk mengeksplor faktor-faktor apa saja yang mengecewakan dan apa yang mereka inginkan untuk peningkatan kualitas layanan SMS eGovernment tersebut (Kualitatif).

4. Menggunakan Metode Kualitatif dan Metode Kuantitatif untuk menjawab Pertanyaan yang berbeda.
Misal Kualitatif untuk menjawab faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi orang memakai layanan SMS eGovernment misal ketemu Harga, kecepatan layanan, & kehandalan jaringan, dan Metode Kuantitatif untuk mengkuantifikasi (%) pilihan faktor berdasar sampel pengguna misal Harga (20%), Kecepatan Layanan (30%), Kehandalan Jaringan (50%).


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: