Posted by: tonyteaching | August 21, 2010

Menalar secara DEDUKSI (deductive) vs INDUKSI (inductive)?

1. DEDUCTIVE Reasoning

Menalar secara deduksi (deductive) itu intinya Mengambil Kesimpulan (Conclusion) hanya berdasarkan Petunjuk Umum yang diberikan (Premise) dan Fakta/Bukti kasus khusus yang dimengerti (EVIDENCE).

Contoh:

Mbah Pawiro diberi petunjuk ama Mbah Dukun: “Hati-hati kalo nanti malam ada barang jatuh di rumah berarti besok kamu bakalan mati!”

Nah, karena Mbah Pawiro memang dari dulu fanatik dukun banget, mangkanya Petunjuk (Premise) yang diberikan oleh Mbah Dukun itu langsung diterima sebagai sebuah kebenaran (padahal setiap premise masih mesti dikritisi). Oke..anggap premise itu dianggap benar oleh mbah Pawiro.

tiba-tiba..malam berikutnya ada kucing nyenggol gelas di meja Mbah Pawiro…”Pyaaar!!”..Gelas jatuh dan Pecah. Nah ini Fakta/Bukti/Evidence yang ditangkap oleh Mbah Pawiro: “Malam ini ada Gelas Jatuh di rumah”

Maka kemudian Mbah Pawiro mengambil kesimpulan (Conclusion): Jadi saya bakalan mati besok!!

**** Nah kira-kira kesimpulan Mbah Pawiro valid tidak??

Kesimpulan Mbah Pawiro ini valid dalam artian Benar secara Aliran Logika (Penalaran) tetapi SALAH secara kebenaran informasinya.

Jadi dalam menganalisis kebenaran suatu Kesimpulan yang diambil berdasarkan Logika Deductive,
* yang pertama kali harus kita pastikan kebenarannya adalah Sudah benarkah Premis-nya???
Jika Premise (kebenaran umumnya) Benar Kemungkinan Besar Kesimpulan (Conclusion)nya Benar!

* kedua, lihat Evidence-nya Benar atau Tidak?..atau masih debatable, misal seseorang mengatakan Saat ini langit Merah, bisa jadi menurut anda Tidak Merah tetapi Oranye

* Kalo sudah sepakat Premis dan Evidence nya benar…maka baru kita pastikan alur logika (dari Umum ke Khusus) nya juga benar.

Jadi sekali lagi, seringkali kesalahan sebuah penalaran Deductive bukan pada alur logikanya tetapi dari Kesalahan Awal Premise atau memahami Evidence-nya!

———————–

Jadi ada 3 Komponen dalam penalaran Deductive:
Premise: keyakinan dasar yang dianggap benar (kebenaran secara umum)
Evidence: Fakta khusus yang ditemukan
Conclusion: Kesimpulan yang diambil untuk kasus lebih khusus berdasarkan kebenaran umum dan Fakta dalam kasus khusus tersebut.

Contoh lain untuk penalaran Deductive:

Premise: Semua binatang tidak bisa kencing berdiri.
Evidence: Anjing adalah binatang
—–> Conclusion: Anjing tidak bisa kencing berdiri.

Jadi Penalaran Deductive itu diambil dari Kebenaran Umum ke Kesimpulan Kebenaran kasus Khusus
kalo digambar: Segitiga Terbalik …..cara ngingatnya: Deductive ~ Dibalik segitiganya jadi dari Umum ke Khusus🙂

Biasanya Pak Polisi pake metode ini dalam menginterograsi, contoh:
Premise: Semua Maling nggak ada yang mau ngaku
Evidence: Bejo mengaku kalo dia maling
—> Conclusion Pak Polisi: Bejo pasti Bukan Maling!!!🙂

***

Naaah dalam penelitian PhD saya juga memakai istilahnya “Deductive Approach” atau Pendekatan Deduksi. Apa itu maksudnya?

Maksudnya untuk menuju pada pengambilan kesimpulan, pertama-tama saya mengumpulkan informasi kebenaran secara umum. Dalam kasus penelitian saya karena User Acceptance SMS eGovernment itu BELUM PERNAH ada yang meneliti jadi BELUM ADA yang Tahu…maka saya mau ngambil Kebenaran tentang Faktor-Faktor User Acceptance SMS eGovernment (Lingkup kecil) dari Kebenaran Lingkup Besar yang sudah diketahui/diteliti orang sebelumnya: Faktor-Faktor User Acceptance eGovernment dan Faktor-Faktor User Acceptance SMS.

Jadi saya nyari tahu kebenaran Faktor User Acceptance dari Sistem yang BESAR yang saya asumsikan melingkupi sistem Kecil (khusus) yang saya teliti.

Oleh karena itu biasanya Deductive Approach implementasinya dalam bentuk LITERATURE  REVIEW Penelitian-Penelitian Lingkup Besar sebelumnya (Theoritical Approach)

————————————————————————————————————————

2. INDUCTIVE Reasoning

Dari namanya aja udah kelihatan “Inductive” artinya Ngambil kesimpulan untuk Kebenaran Umum (yang lebih besar = Induk) :)  –> yach semacam GENERALISASI

Contoh penalaran Inductive yang sering kita lakukan secara tidak sadar:

Premise1: Saat ke pasar beli barang ternyata penjualnya seorang Cina.
Premise2:Waktu beli besi ke toko besi besar itu penjualnya juga seorang Cina.
Premise3:Liem Sie Liong si Pengusaha terkaya di Indonesia juga seorang Cina.
—> Conclusion: jadi kesimpulan saya: Semua Orang Cina Pintar Dagang

Benar nggak ya kesimpulan saya ini?
Nah dalam Penalaran Induksi ini, umumnya Premis nya Lebih Pasti Kebenarannya karena kita mengamati sendiri tetapi Kebenaran Kesimpulannya belum tentu benar karena umumnya hanya Men-generalisasi saja.

Untuk memastikan kebenaran Kesimpulan dalam Penalaran Inductive, yang harus dipastikan adalah apakah Premise-Premisenya sudah mewakili Populasi?
Jika Belum/Tidak, maka kebenaran Kesimpulan patut dipertanyakan.

Jadi Penalaran Inductive itu seperti bangunan Segitiga…awal nya Kecil –> Membesar

***

Dalam penelitian PhD saya juga melakukan “Inductive Approach” atau Pendekatan Induksi.
Yakni sesudah saya menguji model User Acceptance saya dengan sample pengguna SMS eGovernment dengan jumlah yang sangat terbatas (700 orang) lalu saya mengambil kesimpulan bahwa Model User Acceptance saya ini berlaku untuk Semua Pengguna SMS eGovernment di seluruh dunia🙂

Nah benar tidak kesimpulan saya ini mesti dibuktikan untuk sistem, situasi, dan pengguna yang berbeda-beda

_____________________________________________________

Nah jadi Penalaran itu bisa di bolak balik:

Thian Jie, temanku yang Cina itu, sukses berdagang
Tetangga saya yang Cina juga sukses berdagang
Pedagang terkaya di Indonesia orang Cina
–> Jadi Semua Orang Cina pasti berbakat jadi Pedagang Sukses
(Inductive)

Saya percaya Orang Cina itu memiliki bakat dagang yang hebat
Wei Jie orang Cina
—> Jika Wei Jie berdagang pasti dia sukses
(Deductive)

Faham ya sekarang apa itu Penalaran Deductive dan Inductive?


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: