Posted by: tonyteaching | January 2, 2010

parameter Kuat/Lemahnya Correlation? – Cara Menghitung r

Sebuah hubungan atau Correlation atar 2 variabel tentu masih bisa dipertanyakan derajat korelasinya. Artinya mungkin kita memang menemukan trend hubungan (linier atau curve) dari pola sebaran koordinat antar 2 variables tapi bisa jadi polanya ‘lemah’ sehingga hubungan antar 2 variables tersebut bisa kita pertanyakan!

Untuk mengukur Kuat atau Lemahnya sebuah Correlation dapat memilih mengacu pada salah satu dari 2 koefisien:

Pearson’s Correlation Coefficient (r) : nilainya antara -1 hingga 1. Semakin mendekati -1 atau 1 semakin kuat correlationnya. Nilai r bisa juga untuk menunjukkan jenis Correlation (positif atau negatif) dan kekuatan correlationnya. 0 berarti ‘tidak ada correlation’, Semakin mendekati 0 semakin lemah correlationnya

Coefficient of Determination (r2…r kuadrat): ini hanya kuadrat dari Correlation Coefficient sehingga nilainya selalu positif yakni 0 hingga 1,….. r kuadrat hanya dipake untuk mengacu kekuatan correlation tanpa perduli positif atau negatif correlationnya.

Rumus menghitung Pearson’s Correlation Coefficient (r):

Contoh kasus penggunaanya:

Misal dalam riset saya saya akan menganalisa hubungan antara Niat (Intention) dengan Attitude, saya memperoleh data sebagai berikut:

———————–Intention (I) —- Attitude (A)

Respondent1 : ————1  —————– 2

Respondent2 : ————2  —————–5

Respondent3 : ————3 —————– 6

maka….




Jadi dari nilai r ini dapat kita simpulkan Attitude memiliki Korelasi Positif kuat (r=0.96) dengan Niat

Perhitungan mencari nilai r ini dapat dengan mudah dilakukan dengan Excel (Menu ‘Insert’ > ‘Function’ > “CORREL” dan memilih kolom masing2) atau dengan SPSS (Menu ‘Analyze‘ > ‘Correlate‘ > ‘Bivariate‘)
Kelebihan SPSS dari Excel:
– Dengan SPSS dapat menghitung nilai r lebih dari 2 variables (jadi bisa menghitung r dari variable 1 terhadap variable ke-2…kemudian variable 1 terhadap variable ke-3 , dst)
– Sekaligus ada keterangan Significant atau tidak nilai r nya ..ditandai pake * (nggak perlu liat buku teori:)

lihat juga di http://davidmlane.com/SPSS/correlation.html


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: