Posted by: tonyteaching | January 2, 2010

Ada HUBUNGAN (Correlation) bukan pasti berarti Sebab Akibat (Cause)!

Ada hubungan antara 2 variables, bukan berarti variable pertama menyebabkan variable ke-2.

Sebuah hubungan bisa berarti hubungan langsung (cause) bisa berarti hubungan tidak langsung (indikasi keberadaan variable lain yang berhubungan langsung dengan variable yang diukur ini)
Di sinilah untuk menjelaskan/memastikan arti “hubungan”/correlation dibutuhkan LOGIKA atau Dasar Teori atau Pengetahuan atau Data Empiris sebelumnya.

Contoh:

Ada hubungan negatif antara Jumlah Penjualan Ice Cream dengan Jumlah Pelancong Ski
(Semakin banyak Pelancong Ski yang datang semakin sedikit Jumlah Ice Cream yang terjual)

–> Apakah ini berarti penurunan penjualan ice cream disebabkan oleh peningkatan Pelancong Ski???

Jelas TIDAK! karena memang secara Logika seharusnya kalo Jumlah Pelancong semakin banyak harusnya penjualan sesuatu semakin banyak juga….tapi ini kok malah sedikit?…apa karena pelancong yang semakin banyak semakin nutupi pintu masuk toko ice cream?😉 tambah ngaco aja logikanya!………….Nah kalo diutak-utik tetep nggak masuk akal, berarti ini pasti hubungannya TIDAK LANGSUNG artinya ada variable perantara hubungan ini. Dalam kasus di atas penjelasannya bisa demikian:

Semakin banyak Pelancong Ski yang datang –> Semakin masuk musim Winter (semakin dingin) –> Semakin sedikit orang yang suka beli ice cream (penjualan ice cream semakin menurun)

—————————————————–

Kasus Lain:

Sebuah survey menunjukkan terdapat Korelasi (hubungan) antara Jumlah jam Menonton TV seseorang dengan banyaknya tindak kejahatan yang dilakukan orang tersebut.
Apakah ini berarti Menonton TV adalah penyebab tindak kejahatan???

Sekali lagi kalo mau memastikan causal relationships: Nanti Dulu!!! coba kita pikirkan secara logika atau berdasar teori yang ada!

Misal, jika acara TV yang survey dan ditonton respondents tersebut adalah spesific acara Kriminal (kaya’ “Patroli”, “Buser”, dll) masuk akal kita menarik kesimpulan bahwa “Frequency Menonton Acara Kriminal di TV berdampak langsung (penyebab) Tindak Kejahatan seseorang”…pun kesimpulan ini harus didukung oleh penjelasan dr teory Psikologi misalnya.

Namun, dalam kasus di atas jika Acara TV nya tidak spesifik atau acara umum, maka bisa jadi ada Variable perantara, misal:

Frequency menonton TV –> Seberapa MENGANGGUR seseorang –> Frequency kejahatan yang dilakukan orang itu

Jadi sekali lagi, CORRELATION tidak berarti Cause!!!


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: