Posted by: tonyteaching | December 30, 2009

Skala Likert & Persamaan Matematika

Sekedar mengingat apa yang baru saja saya pahami.
Sebenarnya masalah sederhana, tetapi karena sering kita ‘terbelenggu’ oleh persepsi jamak menjadikan kita membuat kekeliruan dalam menentukan skala Likert.

Saat ini saya sedang membuat sebuah questionnaires yang saya kembangkan dari pemahaman (termasuk diantaranya persamaan matematika) yang sudah saya bangun.

Seperti kita sudah tahu, bahwa penentuan skala Likert (1-7 atau 1-5) mana nilai maksimal mana nilai minimal tergantung dari hipotesis (harapan atau definisi faktor) yang sudah kita duga sebelumnya.

Sebagai contoh:

I. Saya memiliki hipotesis bahwa semakin besar Persepsi Manfaat (Perceived Usefulness) suatu service semakin meningkat juga kemungkinan seseorang menggunakan service (Usage) tersebut. Dalam persamaan bisa kita tulis

U ~ PU 
harusnya tanda berbanding linier yang dipake tanda seperti alpha

jika parameter Perceived Usefulness didefinisikan sebagai Belief that ‘the service is useful’ (Bu) dikalikan Bobot keyakinan bahwa sebuah ‘service yang berguna adalah baik’ (Mu), maka persamaan diatas dapat dituliskan sebagai

U ~ Bu . Mu 

Dalam persamaan linier ini berlaku juga:
U ~ Bu
U ~ Mu

Artinya jika kemudian saya ingin membuat pertanyaan (questionnaires) yang mengukur PU dalam bentuk faktor Bu dan Mu maka pertanyaan dan skala Likertnya sbb:

                                                                                                                                                          (Strongly Agree – Strongly Disagree)
Bu   : Saya merasa layanan SMS tersebut memiliki banyak manfaat buat saya  5      4         3              2                 1

Mu : Bagi saya layanan yang memberikan manfaat adalah baik                              5       4         3              2                 1

Disini secara ‘default’ (logika awam/hipotesis kita) orang akan memilih setuju untuk Bu maupun Mu sehingga nilai BuxMu akan besar (misal 5×5=25) yang akan berakibat orang semakin mungkin menggunakan layanan tersebut (U semakin tinggi juga).

Untuk memastikan respondent nggak ngisi sembarangan hanya setujuuuu terus, maka pertanyaan pertama saya ubah menjadi kalimat Negatif …hanya agar masih dengan hipotesis kita maka urutan skala Likernya juga kita ubah sebaliknya:

(Strongly Agree – Strongly Disagree)
Bu   : Saya merasa layanan SMS tersebut TIDAK memiliki banyak manfaat buat saya  1      2         3              4             5

Mu : Bagi saya layanan yang Tidak memberi manfaat adalah Buruk                              5       4         3              2                 1

Kalimat pertanyaa Mu ini masih selaras dengan pertanyaan sebelumnya:

Bagi saya layanan yang memberikan manfaat adalah baik =
Bagi saya layanan yang Tidak memberi manfaat adalah Buruk

Jadi susunan skala Likertnya masih sama.
Coba dilihat jika seseorang semakin Tidak Setuju (5) kalo layanan tersebut tidak bermanfaat dan dia Setuju (5) jika layanan yangTidak Bermanfaat buruk = Persepsi Manfaat (25)–> semakin tinggi kemungkinan orang makai

II. Sekarang yang Lebih Tricky: Persepsi Resiko

Saya memiliki hipotesis bahwa Semakin TINGGI Seseorang memiliki persepsi menggunakan layanan SMS adalah Beresiko –> semakin BERKURANG kemungkinan dia menggunakan layanan tersebut.

artinya secara matematis dapat kita tulis:
U ~ 1/PR
U ~ 1 / (Br x Mr)

persamaan linear ini bisa kita pisahkan menjadi

U ~ 1/Br
U ~ 1/Mr

artinya dalam hipotesis kita frekuensi Penggunaan berbanding terbalik dengan Keyakinan bahwa layanan ini Beresiko dan frekuensi Penggunaan berbanding terbalik juga dengan Bobot  keyakinan bahwa layanan yang beresiko itu buruk.

Jika saya bikin questionnaire standarnya adalah:

(Strongly Agree – Strongly Disagree)
Br  : Saya merasa memakai layanan SMS itu beresiko  5 – 4 – 3 – 2 – 1
Mr : Menurut saya layanan yang beresiko adalah Buruk 5 – 4 -3 – 2 -1

Secara umum (sesuai hipotesis kita) orang akan memilih Setuju untuk ke dua pertanyaan tersebut sehingga bobot Persepsi Resiko menjadi 5×5= 25

artinya:
Kemungkinan Penggunaan  ~ 1/25
Semakin Besar Persepsi Resiko semakin Berkurang kemungkinan orang memakai layanan tersebut

Jika sekarang pertanyaannya saya ubah sebaliknya:

(Strongly Agree – Strongly Disagree)
Br  : Saya merasa memakai layanan SMS itu TIDAK beresiko (atau AMAN)  1 – 2 – 3 – 4 – 5
Mr : Menurut saya layanan yang AMAN adalah BAIK 5 – 4 -3 – 2 -1

Sehingga secara umum (sesuai hipotesis kita) orang akan memilih Tidak Setuju untuk Br (5) dan Setuju untuk Mr (5) sehingga skor masih selaras dengan hipotesis kita.

Persamaan dan Pertanyaan ini juga dapat diaplikasikan untuk Persepsi Biaya


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: