Posted by: tonyteaching | June 5, 2009

Integrated Development Environment (IDE) software?

adalah satu applikasi yang mengintegrasikan berbagai tools (alat) untuk membuat/menulis, menguji, dan memodifikasi sebuah program komputer.

Contoh: NetBeans

Tools (alat) yang biasanya sudah terintegrasi dalam sebuah IDE ini, seperti:

Editor : tool untuk menulis dan menyimpan script program

Compiler : tool untuk mengubah (men-translate) ‘source code’  –> ‘executable program’ (for example: *.java –> *.exe)

Intepreter: tool untuk men-translate sekaligus langsung me-running satu demi satu statement di source code. Inilah mengapa menjalankan Intepreter memakan waktu lebih lama dari pada compiler. tool Intepreter ini sering kita butuhkan/jalankan saat kita ingin mencoba source code yang sedang kita kembangkan karena jika terdapat kesalahan kita akan segera tahu tanpa perlu mengubah source code kita menjadi executable file.

Debugger untuk membantu mencari error dalam sebuah program yang sedang dikembangkan.

Documentation generators

Archiving tools

– Tool untuk visualizing the program’s structure

———————————————————————————

Bagaimana PROSES TRANSLATE & EKSEKUSI Program Java?

Java-Source Code (*. java) –|Java Compiler|–> Java- bytecode (*.class) –|Java Interpreter| or |Java Compiler| –> Machine code (*.exe)

* Disini terlihat bedanya Java dengan bahasa pemrograman umumnya.

Compiler or Interpreter bahasa pemrograman umumnya mengubah langsung ‘Source Code’ —> ‘Machine code’ . Executable file (machine code) ini ditulis oleh tool compiler atau interpreter berdasarkan jenis processor/mesin saat tool itu dijalankan, sehingga saat kita memindah/meng-copy Executable file itu ke mesin lain yang memiliki prosesor atau sistem operasi lain bisa jadi Executable file tersebut nggak akan jalan. Jadi terpaksa kita meng-compile / meng-eksekusi source code kita ke mesin baru tersebut.

Sebaliknya ‘Java bytecode’ adalah semacam machine language (low-level language) yang tidak terikat jenis processor mesin, sehingga Java bytecode dapat dieksekusi di mesin dengan processor apapun. Syaratnya hanya satu: mesin itu harus sudah menginstal ‘Java Interpreter‘ atau ‘Bytecode copiler’ ==> it is called “Java Virtual Machine” (JVM)

Kelemahan dari mekanisme Java: yang meng-eksekusi (bukan machine code melainkan) Bytecode adalah lebih lambat. Namun sebenarnya jika diinginkan bytecode ini juga dapat langsung di-compile menjadi executable file.

————————————————————

JDK = IDE?

Java Development Kit (JDK) or Java-Software Development Kit (SDK) which is provided by Sun Microsystems is not IDE because it not an integrated environment.

JDK tidak menyediakan Source Editor dan Graphical User Interface (GUI), dan perintah2 untuk compile dan interpret harus dilakukan secara terpisah lewat command line.

Macam-macam IDE untuk Java, diantaranya:

NetBeans (Sun Microsystems)…..www.netbeans.org

Eclipse (IBM)…..www.eclipse.org

jGrasp (Auburn University)……www.eng.auburn.edu/grasp


Responses

  1. saya benar2 awam dengan java mas…
    development environtment itu, apakah berbeda dengan IDE?? saya bingung.. mohon pencerahannya ya mas.. terima kasih…

  2. itu sama aja mas/mbak nopiks…”development environment” itu artinya “lingkungan/alat buat ngembangin/mbangun aplikasi itu” , kalo ditambahi kata “integrated” menjadi “integrated development environment” ya artinya cuman ‘Lingkungan buat mbikin aplikasi itu pake Java cuman sekarang lebih terintegrasi bisa make feature2 lain’ …gampang khan maksudnya🙂


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: